Angin berhembus lembut menyibakkan kuncup dedaunan, burung-burung bernyanyi dan terbang kian kemari, Sakira terbangun dari tidurnya ketika salah satu burung yang tak sengaja mematuk jendela kaca kamarnya. Ia pergi berjalan ke arah kamar mandi untuk mengambil air wudhu, kemudian ia solat. Dalam doanya, ia menyebut nama Fahri, laki-laki yang seminggu lagi akan menjadi suaminya.
Pada waktu yang sama, Fahri sedang serius melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan berharap agar selalu diberi berkah oleh Allah SWT. Selesai membaca Al-qur’an Fahri menyempatkan diri untuk menelpon Sakira. “ assalamualaikum, Sakira ? “ kata Fahri, lalu dijawab oleh Sakira “ Waalaikumsalam, Fahri, nanti siang aku mau mengajakmu memilih gaun pengantin muslimah yang ada di butik tante Sheila, bisakan sayang ?” “Hmm, bisa dong, apa sih yang enggak buat My Princess. Heheh. Ya sudah, kita siap-siap dulu ya, sayang ? “. “hehehg . ok deh, sampai jumpa nanti ya , wasalamualaikum.”. “ walaikumsalam”.
Sakira merupakan gadis manis yang berkerudung dan mempunyai lesung pipit di kedua pipinya, ia merupakan mahasiswi jebolan fakultas kedokteran UI dan sudah menyelesaikan tesisnya untuk S2, seminggu sesudah pernikahannya ia akan diwisuda. Sedangkan Fahri merupakan mahasiswa lulusan terbaik Sekolah Detektif yang terdapat di Jepang dan sudah menamatkan S2 jurusan penyelidikan hokum di Jerman. Keduanya merupakan pasangan yang sangat serasi. Ditambah lagi kedua orang tua mereka sudah akrab sejak SMA.
Siangnya, setelah bersiap-siap Sakira berdiri di depan cermin. Dia tersenyum dan berkata kepada dirinya sendiri. “ Alangkah bahagianya diriku sebentar lagi akan menjadi seorang istri, Alhamdulillah ya Allah .. “. Tin .. tin.. klakson mobil Fahri berdering telah menunggu didepan rumah Sakira. Dengan sigap Sakira berlari menuju mobil Fahri, mereka berduapun langsung menuju butik gaun pengantin.
Sakira memilih gaun panjang berwarna putih, sungguh cantik. Fahri pun menghampirinya, “ Cantik sekali Sakira, kamu seperti bidadari, sayang “. Mendengar hal itu pipi Sakira merah merona, dia benar-benar suka dengan puji dan rayu dari Fahri. “ Ah, Fahri .. kamu nakal deh, heehhe “ Jawab sakira. Mereka berdua benar-benar tidak sabar lagi untuk bersama.
Selesai memilih gaun, mereka berdua pulang, sepanjang perjalanan Fahri menyetel lagu tahun 80-an yang membuat mereka berdua termenung dalam khayalan indah masing-masing. “ I just can’t smile without you, can’t smile without you …. “ salah satu lirik dalam lagu itu membuat Sakira diam-diam menatap wajah Fahri yang benar-benar teduh, siapapun pasti akan terhanyut dalam kejernihan bola mata Fahri.
Tiba-tiba, Sreeetttttttt … tinnnnnnnnnnn…. Brakkkk !!!! suara gaduh mulai banyak terdengar ketika itu, mobil yang mereka bawa terhempas ditabrak sebuah mobil puso yang mengangkut Semen dari arah belakang. Sakira benar-benar terkejut hingga tak sadarkan diri, dari pelipis matanya mulai tergenang darah merah segar membasahi jilbab putihnya. Sementara orang-orang menyelamatkan mereka, fahri masih sempat tersadar dan segera menolong Sakira, Fahri hanya menderita luka lecet di kening dan sedikit di kakinya, sudah banyak sekali orang yang berdatangan hendak menolong mereka, namun Fahri dengan sigapnya menelpon rumahnya dan segera membawa Sakira ke Puskesmas terdekat.
Sakira benar-benar tak sadarkan diri, sudah 3 jam menunggu Fahri akhirnya menelpon pihak rumah sakit milik ayahnya dan meminta mobil ambulance menjemput mereka berdua. Tak lama kemudian mobil itu datang dan membawa mereka ke rumah sakit yang terkenal di Jakarta itu. Setelah dilakukan pemeriksaan yang intensive, akhirnya Sakira sadar .
Setelah itu, handphone milik Fahri berdering, dari pihak kepolisian yang mengurusi kecelakaannya tadi. “ Selamat siang, kepada Bapak Fahri, bisakah kita bertemu sekarang Pak ?” kata polisi itu dengan tegas. “ Selamat siang Pak, Ohh bisa . kalau begitu 15 menit saya kesana Pak, terima kasih.” Jawab Fahri. Setelah orang tua Sakira dan Fahri datang, fahri minta izin untuk pergi ke kantor polisi ditemani dengan Papanya sendiri, karena Papa Sakira telah 2 tahun meninggal dunia dan Sakira adalah anak satu-satunya.
Sesampainya di kantor polisi, polisi menjelaskan bahwa dari kecelakaan tadi sepertinya ada sesuatu yang aneh dari kronologi kecelakaan. Dan polisi itu curiga bahwa ada orang yang sengaja menabrak mereka dan ingin mencelakai mereka. Polisi menyarankan agar mereka berhati-hati dan segera menghubungi polisi apabila terjadi sesuatu yang mencurigakan. Fahri terlihat pucat dan khawatir. Siapa gerangan yang membenci dirinya dan keluarganya. “ Mengapa anda berpikir seperti itu, Pak ? Tanya Fahri heran, “ Setelah kejadian kecelakaan pihak kepolisian menemukan tanda jejak kaki singa di dekat serempetan mobil milik Anda. Dan itu menunjukkan organisasi jahat terbesar di kota ini, dan susah sekali untuk mengungkap siapa sebenarnya mereka ini. “ terang pak polisi. “ mengapa bisa demikian, Pak ? apakah kekuatan kepolisian kita kurang kuatnya dengan mereka ?”. “ Maaf Pak Fahri, kelompok nagasinga itu memiliki relasi yang sangat kuat baik di kota ini maupun luar negeri dan sangat sulit untuk mengidentifikasinya. Sebaiknya Bapak berhati-hati. “ mendengar penjelasan tersebut Fahri dan Papa Sakira pulang dengan tanda Tanya yang besar.
Sakira sudah kembali kerumahnya dan untuk memperbaik suasana, Fahri membangun satu villa mewah di sebuah pulau pribadi milik keluarganya dan mengungsikan seluruh keluarganya dan keluarga Sakira disana. Fahri juga membuat KTP ganda dari pihak kepolisian agar masalah ini cepat dipecahkannya dan demi menjaga kekasih yang dicintainya sepenuh hati itu serta menutupi identitas asli mereka.
Satu tahun setelah kejadian itu, banyak sekali infotainment yang menyatakan bahwa dua keluarga konglomerat terkaya didunia yang telah menikahkan anaknya Fahri dan Sakira dengan pesta termewah menghilang. Berita tersebut tersebar sampai ke luar negeri. Pemimpin Nagasinga senang mendengar berita itu. Dibalik jubah hitam dan topi koboy miliknya di terseyum puas.
Reynald Absyukri, detektif terkenal yang ternyata adalah Fahri telah melakukan penyelidikan tentang nagasinga tersebut. Dibalik bangunan tua millennium yang sangat tersembunyi Reynald berganti topeng dan segera pergi ke kantor kepolisian dengan nama samaran Reynald yang hanya dirinya dan keluarga yang tahu.
Dalam perjalanan menuju kantor polisi, Fahri melihat spanduk besar berisi kegiatan rapat besar rahasia dan yang merasa mengerti tentang hokum dan penyelidikan diharapkan hadir dan kecil sekali tergambar cap kaki singa, hanya orang yang teliti yang dapat melihatnya dan kegiatan tersebut dilaksanakan 5 menit lagi. Fahri langsung memutar mobilnya menuju tempat kegiatan itu berlangsung, yaitu Gedung putih tempat dimana tante Sheila. Fahri mulai berpikir yang tidak-tidak tentang Tante Sheila, namun pikiran itu langsung ditepisnya jauh-jauh.
Dlam rapat tersebut terdapat 5 orang panitia, 3 orang dari pihak kepolisian dan 5 orang dari umum seperti dirinya. Fahri duduk di pojok palng belakang ruangan itu. Fahri mulai memperhatikan satu- persatu orang disana. Tiba-tiba tante Sheila pemilik butik gaun pengantin yang dibelinya itu muncul yang ternyata beliau sebagai pembicara rapat tersebut. Dalam rapat tersebut ternyata membahas masalah keluarganya yang menghilang dan kecelakaan Fahri dan Sakira 1 tahun yang lalu. Fahri terkejut tak percaya bahwa ada segelintir orang yang sepertinya menjadi pelaku kecelakaan itu disini. Fahri diam dan berpikir.
Tante Sheila berbicara mengenai kronologi kecelakaan tersebut setelah itu pembicara penyelidik kedua yaitu Rizand velliousa seorang konglomerat muda yang telah membeli sebuah pulau di Negara tetangga. Dia berbicara mengenai mengapa kecelakaan itu terjadi dan apa motif pelaku mengenai hal itu. Pembicara ketiga adalah wanita muda yang menggunakan blouse pink dengan syal abu-abu dilehernya, dia membuka leptopnya dan mulai menjelaskan mengenai pendapatnya itu, sementara ia menjelaskan secara detail kejadian itu, fahri keluar dan pergi ke toilet dengan kamera perekam yang ada pada kacamata hitam yang dibelinya di e-bay seminggu yang lalu, dia melihat rekaman kecelakaan yang terekam oleh kamera yang terdapat pada kaca spion depan mobilnya, dengan gerakan slow motion dia melihat dengan jelas bahwa supir pengendara truk yang menabraknya itu hanyalah supir biasa dan yang mencurigakan dari kejadian itu, sebenarnya pada truk tersebut dengan sengaja di pasang magnet perekat besar pada depan mobil tru tersebut yang apabila terdapat mobil lain didepan truk tersebut, maka mobil itu akan dengan cepat menyerempet mobil yang ada didepannya dan setelah dilihat dengan very slow motion, terlihat tempelan kaki singan ternyata terbuat dari aluminium tipis dilapisi dengan karet dan serpihan-serpihan yang dapat muncul ketika mobil berhenti.
Setelah kejadian itu, dan Fahri mulai sedikit tidak sadar, terlihat orang yang mengemudi motor berwarna metalik dengan helm pink lewat dengan melihat kea rah mobil Fahri dan dari belakang terlihat rambut yang keluar dari helm tersebut dan Fahri yakin bahwa itu adalah wanita.
Tak lama kemudian, handphone fahri berdering dari Sakira. “ assalamualaikum, sayang aku telah membaca di email dari temanmu Lee Kahn pihak FBI dari jepang mengatakan bahwa gelas putih berisi pengantin dan darah. Aku sungguh tidak mengerti maksudnya”. benarkah sayang ?” jawab Fahri dengan sedikit terkejut. “ benar sayang, apa yang harus aku reply, honey ?”. “ secepatnya kau keluarkan jet di ruang bawah tanah dengan tekan tombol merah untuk membuka atap rumah, setelah itu bawa seluruh keluarga dan langsung menuju rumah kita dan undang wartawan setelah itu telepon polisi dan undang FBI Indonesia ke rumah kita dan bergegas .. hati-hati yaa sayangg .. aku menunggumu sayang, aku telah mengungkapkan kasus ini “. “okk sayang 10 menit lagi aku sampai, makan siangmu menunggu honey “.
Setelah itu Fahri masuk ruangan lagi dan ternyata telah terjadi perdebatan antara pihak kepolisian dan wanita yang kelihatan beridealisme itu. Setelah itu fahri angkat bicara, sehingga forum menjadi hening. “baiklah teman-teman sungguh senang aku berada di forum ini, kebetulan 5 menit lagi makan siang, saya mengundang kalian semua untuk jamuan makan siang buatan isteriku tercinta.”. “hmm, usulan bagus sekali, ayo teman-teman.”
Lalu mereka pergi menuju rumah Fahri yang ternyata membuat seluruh rombongan terkejut, karena itu adalah rumah Fahri dan Sakira. Para forum bertanya-tanya keheranan. “maaf Pak Reynald, mengapa kita makan siang di kediaman rumah Fahri dan Sakira ?”. “agar diskusi kita lebih menarik, saya telah menyewa rumah ini untuk hari ini.” Fahri berbohong. Sesampainya di dalam rumah yang megah itu, Fahri menyilahkan para tamu masuk dan duduk di ruang rapat khusus. “Baiklah teman-teman, kita tunggu istri saya sebentar, sambil menunggu saya sangat tertarik mendengar penjelasan dari saudari ..,” Kata Fahri sambil menunjuk wanita yang beridealis tersebut. “ hmm, Alisa, nama saya Alisa. Baiklah terima kasih atas sanjungan anda Pak Reynald, saya akan melanjutkan topic pembicaraan saya ….”. Sembari Fahri mendengarkan pembicaraan Alisa, Fahri berpikir bahwa itu adalah alibi yang diutarakan oleh Alisa.” Ketika kejadian itu berlangsung, saya sedang berada di Australia untuk menghadiri upacara pemakaman kakek saya disana.” Terang Alisa. Setelah itu Tante Sheila berkata “rumah ini benar-benar membuat saya teringat seluruh kenangan bersama Sakira, ohh.. gadis yang malang”. Kemudian, Pak polisi yang dari tadi berdebat dengan Alisa langsung berkata “ Aku heran dengan alian semua, mengapa kalian bertindak seperti ini, apakah kalian yang merencanakan semua ini ?” terang pak Polisi. Namun, Alisa langsung menjawab “ Apa yang anda katakana Pak polisi, saya tadi sudah menjelaskan bahwa saya sedang berada di Australia untuk menghadiri pemakaman Kakek saya. Anda jangan menuduh yang bukan-bukan tanpa bukti yang jelas, Pak.”. dilanjutkan oleh jawaban Tante Sheila “Ada-ada saja Pak polisi berkata seperti itu, itu sangat tidaklah mungkin sekali, lagi pula saat itu saya sedang pergi berjalan-jalan mengelilingi kota”. Tak lama kemudian sudah ada tanda-tanda kedatangan Sakira dan keluarganya serta beberapa mobil polisi dan FBI yang ada di Indonesia.
Melihat situasi seperti itu, Tante Sheila berkata “ Apa-apaan ini Pak Reynald, mengapa terdengar banyak sekali mobil polisi dan suara seperti pesawat. Apa yang terjadi sebenarnya ?”. “Kalian mau tahu yang sebenarnya ? aku juga mau tahu apa yang terjadi sebenarnya.” Kata Fahri tersenyum sinis.
Kemudian, Fahri membuka topeng plastic wajah yang dibuat oleh Sakira dan … semua orang terpana karena Reynald adalah Fahri. Wanita beridealis dan Tante Sheila pucat pasi. “ Saya adalah Fahri dan … sayang, masuk sayang “ panggil Fahri, “Hai semuanya, masih ingat dengan saya kan ?” Sakira datang dengan busana karya designer terkenal dunia dengan perpaduan warna pink dan maroon. Kemudian, semuanya serentak menjawab “SAKIRA !!!!!!”. “Saya sudah tahu siapa otak pelaku kecelakaan dan yang menjalankannya. Rumah ini sudah dikepung dengan polisi dan tiap ruangan di rumah ini telah terkunci serta tiap sudut ruangan ini ada FBI Indonesia yang saya sewa. Jadi, mengakulah atau aku bongkar keburukan kalian. Di sudut atas ruangan ini merupakan kamera cctv yang langsung saya siarkan melalui wireless ke siaran seluruh dunia.”. terang fahri. “ Sakira, apa yang kalian lakukan, tidak mungkin kami melakukan rencana pembunuhan sekeji itu, lagipula aku sedang jalan-jalan pada saat itu.” Kata Tante Sheila. “ Maaf Fahri, Sakira, aku baru saja mengenal kalian tidak mungkin saya yang mengaku-ngaku sebagai anggota Nagasinga itu. Saya Cuma sendiri disini.”
Kemudian, Fahri langsung memecahkan masalah itu. “Kau Alisa, kau adalah anak tunggal tante Sheila, dan yang menjadi otak pembunuhan itu adalahAlisa, dan yang menjalankannya dengan menggunakan motor dengan helm pink itu adalah kau Tante Sheila. Motif rencana pembunuhan ini adalah tante Sheila cemburu kepada Sakira, karena Kau Tante Sheila ingin aku menikah dengan Alisa, bukan ? sungguh licik kalian. Kalian tahu apa hukuman bagi kalian ? hukuman mati.”. “ Apa mama ? mama ingin menikahkanku dengan Fahri ? bukankah mama bilang mama ingin balas dendam dengan Papa Sakira yang telah membuat kerugian besar bagi butik mama ?. “Tante Sheila, kau benar-benar licik. Aku sudah percaya denganmu. Tapi .. ah sudahlah.” Kata Sakira kecewa. “ Sudah dam kalian semua !, memang benar aku ingin menikahkan Alisa dengan Fahri, Dasar kalian .. Ahhhh !!!!!!!” Tante Sheila mengeluarkan pistol di tasnya dan menembakkannya pada Sakira.
Namun, tangan Fahri mengelakkannya dan mulut pistol langsung meluncurkan butir pelurunya kepada tuannya sendiri.