Melihat Uang Seratus Dollar

Seorang profesor ekonomi dan mahasiswa sedang berjalan-jalan melalui kampus.

"Lihat," mahasiswa berteriak, "ada uang 100 dollar di jalan!"

"Tidak, Anda keliru," jawab yang lebih bijaksana. "Itu tidak bisa. Jika memang benar ada uang 100 dollar, seseorang pasti sudah memungutnya."



Peramalan Ekonomi dengan Tapal Kuda

Seorang peramal ekonomi diketahui memiliki tapal kuda mencolok dipasang di atas kusen pintu kantornya. Ketika ditanya apa kegunaannya, dia menjawab "Itu adalah jimat keberuntungan yang membantu ramalan saya".

"Tapi apakah Anda percaya takhayul itu?" ia bertanya.

"Tentu saja tidak!" katanya, "tetapi alat itu bisa bekerja meskipun Anda percaya atau tidak."
dan Bisnis


Anjing Mahal Seharga Lima Puluh Ribu Dollar

Seorang ekonom meninggalkan gedung kantornya dan melihat seorang anak kecil duduk di tepi jalan dengan seekor anjing. Anak itu berteriak kepada ekonom, "Hei, apakah Anda ingin membeli anjing."

Pria itu tertarik dengan cara pendekatan penjualan anak itu dan bertanya, "Berapa banyak yang Anda inginkan untuk anjing anda?"

Anak itu berkata kepadanya, "Lima puluh ribu dolar."

"Lima puluh ribu dolar!??" orang itu takjub. "Apa trik khusus yang dimiliki anjing ini sehingga harganya menjadi senilai lima puluh ribu dolar?" tanya pria itu.

Anak itu menjawab, "Pak, anjing ini tidak pernah menghasilkan uang dalam hidupnya. Faktanya, dengan menghitung apa yang dia makan saya kira Anda bisa mengatakan Anda akan kehilangan uang untuknya setiap tahun."

Ekonom merasa ini adalah saat yang tepat untuk menjelaskan ekonomi kepada pemuda dan menguraikan tentang bagaimana sesuatu harus menghasilkan pendapatan lebih dari apa yang dikonsumsi untuk sama dengan harga jual akhir, dan dengan anjing itu dia mungkin bisa mendapatkan lima dolar dari seseorang yang ingin memelihara anjing itu. Merasa dia telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi pemuda itu, ekonom itu melanjutkan perjalanannya.

Beberapa minggu kemudian, ekonom keluar dari gedung kantornya dan anak kecil lagi duduk di pinggir jalan tanpa anjing. Orang itu berkata kepadanya, "Saya melihat Anda mengambil saya saran dan menjual anjing itu untuk lima dolar."

Anak itu berkata, "Tidak, saya mendapat lima puluh ribu dolar untuknya."

Orang bisnis itu benar-benar terperangah. "Bagaimana kau mendapatkan lima puluh ribu dolar untuk anjing itu??!!" ia bertanya.

"Itu mudah," kata anak itu. "Saya memperdagangkannya dengan dua ekor kucing seharga duapuluh lima ribu dollar."






http://ketawa.com

Suatu hari, keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun/ditutup, karena berbahaya, jadi tidak ada gunanya untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang- guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri!

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah!
sumber :http://www.emotivasi.com/2008/03/05/keledai-di-dalam-sumur/

Surabaya - Satelit mini atau nano-satelit buatan mahasiswa Indonesia akan diluncurkan pada tahun 2012, karena pembahasan antarmahasiswa UGM, ITB, ITS, UI, dan PENS ITS serta mahasiswa Indonesia di luar negeri sudah dimulai.

'Mulai tahun ini (2009), kami melakukan serangkaian pertemuan dengan mahasiswa dari berbagai kampus,' kata peneliti asal Indonesia di TU Delft Belanda, Dedy H.B. Wicaksono, PhD., di Surabaya, Senin.

Di sela-sela Lokakarya INSPIRE (Indonesian Nano Satellite Platform Initiative for Research & Education) di PENS ITS, ia mengatakan pertemuan akan berlanjut dengan penelitian secara intensif di Belanda atau di Indonesia.

'INSPIRE merupakan forum pertemuan antarmahasiswa dengan berbagai stakeholder dari pemerintah dan lembaga riset untuk mendorong penguasaan teknologi satelit sejak kalangan mahasiswa,' katanya.

Alumnus Teknik Fisika ITB Bandung (S1) pada tahun 1934-1998 itu menyatakan Indonesia sangat membutuhkan satelit untuk peta hutan, perikanan, bencana alam, kepulauan, kriminalitas laut, dan sebagainya.

'Kita sudah memiliki Satelit Palapa dan usianya sudah 30 tahunan. Teknologinya dibuat di luar negeri, sehingga devisa negara akan tersedot keluar dan kita akhirnya tidak memiliki kemandirian,' kata alumnus Tokyo University of Technology (S2) itu.

Menurut alumnus TU Delft Belanda (S3) itu, satelit yang besar itu membutuhkan dana yang mahal hingga ratusan miliar atau bahkan triliunan, namun nano-satelit hanya berkisar Rp5 miliar dan satelit mini akan bertahan selama kurun tiga tahunan.

'Tidak hanya murah, tapi nano-satelit itu sebenarnya dapat kita kuasai dengan mudah, apalagi di dalamnya sudah ada unsur pendidikan, aspek aplikasi teknologi, dan penelitian lintas keilmuan seperti telekomunikasi, elektronika, energi surya, dan sebagainya,' katanya.

Oleh karena itu, kata penggagas INSPIRE itu, para dosen dapat mendorong mahasiswa telekomunikasi yang selama ini merumuskan tugas akhir (TA) tentang alat-alat telekomunikasi seperti handphone (HP), namun kini dapat mengarahkan TA pada bidang satelit.

'Jadi, pembahasan dapat dilakukan pada tahun 2009, lalu tahun 2010 dengan penelitian intensif, bahkan TU Delft sangat senang bila penelitian dapat dilakukan di Belanda, kemudian tahun 2011 dilakukan persiapan dan tahun 2012 ada peluncuran,' katanya.

Senada dengan itu, Sekretaris Menkominfo, Dr Eng. Son Kuswadi, menyatakan dana pembuatan nano-satelit hanya Rp5 miliar dan bila dimulai dengan pertemuan, penelitian, hingga akhirnya peluncuran nano-satelit, maka akan dibutuhkan dana sekitar Rp10 miliar.

'Pembahasan lewat workshop yang melibatkan puluhan mahasiswa dari berbagai universitas itu akan kita lakukan dua kali selama tahun 2009, termasuk pembahasan dengan LAPAN, BPPT, IPTN, Departemen Kelautan dan Perikanan,' katanya.

Setelah itu, kata dosen robotik PENS ITS Surabaya itu, pembahasan intensif untuk aplikasi akan dilakukan di TU Delft Belanda dan di Indonesia hingga tahun 2011.
'Tahun 2012 akan kita lakukan peluncuran, apakah peluncuran akan memanfaatkan lembaga sejenis LAPAN di Indonesia yang sudah memiliki lokasi peluncuran roket atau mungkin LAPAN juga sudah siap pada tahun itu,' katanya.


Ia menambahkan pemanfaatan nano-satelit itu akan diaplikasikan untuk fungsi telekomunikasi di saat bencana alam dan pencegahan pencurian ikan. 'Nantinya, bisa juga untuk sensor cuaca,' katanya.




sumber :http://wisbenbae.blogspot.com/2010/10/satelit-buatan-indonesia.html

Once upon a time there was a prince who wanted to marry a princess; but she would have to be a real princess. He travelled all over the world to find one, but nowhere could he get what he wanted. There were princesses enough, but it was difficult to find out whether they were real ones. There was always something about them that was not as it should be. So he came home again and was sad, for he would have liked very much to have a real princess.



One evening a terrible storm came on; there was thunder and lightning, and the rain poured down in torrents. Suddenly a knocking was heard at the city gate, and the old king went to open it.



It was a princess standing out there in front of the gate. But, good gracious! what a sight the rain and the wind had made her look. The water ran down from her hair and clothes; it ran down into the toes of her shoes and out again at the heels. And yet she said that she was a real princess.



Well, we'll soon find that out, thought the old queen. But she said nothing, went into the bed-room, took all the bedding off the bedstead, and laid a pea on the bottom; then she took twenty mattresses and laid them on the pea, and then twenty eider-down beds on top of the mattresses.



On this the princess had to lie all night. In the morning she was asked how she had slept.



"Oh, very badly!" said she. "I have scarcely closed my eyes all night. Heaven only knows what was in the bed, but I was lying on something hard, so that I am black and blue all over my body. It's horrible!"



Now they knew that she was a real princess because she had felt the pea right through the twenty mattresses and the twenty eider-down beds.



Nobody but a real princess could be as sensitive as that.



So the prince took her for his wife, for now he knew that he had a real princess; and the pea was put in the museum, where it may still be seen, if no one has stolen it.







[Hans Christian Andersen]